Bermula dari sebuah whatsapp dari orang tua Adhyasta atau lebih kami kenal dengan panggial Dias:
Assalamu’alaikum wr wb. Afwan Ustadzah, ini Dias sedang mengikuti olimpiade matematika dan bahasa inggris di UB. Mohon do’anya nggih. Saya ikutkan supaya minimal berlatih memupuk kepercayaan diri untuk berkompetisi dan untuk menambah ilmu (Ahad,12 November 2023 )
Terjadilah diskusi hangat di grup “Keluarga SDTA (Grup Tim Guru dan Karyawan di SDTA KurmaQu)”. Semua kaget dan harap-harap cemas ikut mendoakan Dias agar mendapatkan hasil terbaik. Tidak ketinggalan guru TAUD nya ikut mendoakan. Iya, karena Dias adalah murid Sekolah KurmaQu sejak TAUD. Teringat perkembangan pesat yang didapat Dias dari awal dulu bergabung di TAUD KurmaQu hingga kini dengan banyaknya sahabatnya para penghafal Qur’an di SDTA KurmaQu. Mereka berbeda keahlian, namun mereka saling menyayangi.
Dias memang sejak usia Playgroup sudah memiliki bakat bahasa inggris yang luar biasa. Diusia dini, ia sudah mampu mengucapkan dengan fasih dialek bahasa inggris. Bakatnya dalam penguasaan bahasa, sains, dan logika matematika sebenarnya sudah terlihat sejak dini.
Nah, Sahabat KurmaQu, perkembangan Dias ini tidak lepas dari peran orang tuanya yang mampu SINERGIS dengan sekolah dan para gurunya dengan sangat baik.

Setelah dengan harap-harap cemas, kami menunggu kabar hasil olimpiade tersebut. Setelah beberapa lama, akhirnya kami mendapatkan kabar gembira yang membuat kami bersujud dengan rasa syukur. Orang tuanya mengirimkan whatsapp sebagai berikut,
“Assalamu’alaikum wr wb. Alhamdulillah ustadzah, Dias mendapatkan juara 1 untuk lomba bahasa inggris. Jazakillahu khayran atas kesempatan yang diberikan dan dukungan ustadzah dan sekolah.” (Ahad, 12 November 2023)
Whatsapp ini dikirim oleh orang tuanya kepada Ustadzah Aisha yang menunjukkan rasa syukur dari orang tuanya dan akhlak yang luar biasa. Orang tuanyalah yang berhasil mendidik luar biasa anak mereka. Ini bukanlah karena kami di SDTA KurmaQu, namun ini adalah hadiah dari Dias kepada SDTA KurmaQu.
Kemudian ketika malam, Pak Iman (ayahnya Dias) mengirim video yang membuat kami meneteskan mata terharu, beliau juga menuliskan pesan:
“Afwan ustadz, ana kirimkan video yang me-mention SDTA Kuttab Rumah Qur’an. Syukron, kami sudah diberi info terkait olimpiade tersebut. Alhamdulillah diberi bonus juara oleh Allah. Niat awal kami, membiasakan dan memberanikan Dias untuk berkompetisi dan melatih kepercayaan diri bagi Dias. Semoga Allah melimpahkan keberkahan bagi ustadz dan keluarga serta seluruh ustadz dan ustadzah Yayasan Kuttab Rumah Qur’an. Jazaakumullahu khairan katsiraa” (Ahad, 12 November 2023)
Sayapun membalas whatsapp beliau,
“Sayalah yang mengucapkan jazaakumullah khoiron. Hadiah terinda untuk sekolah kecil ini, yaitu melihat anak-anak berprestasi di bidangnya masing-masing.” (Ahad, 12 November 2023)
Apakah itu saja yang membuat kami bersyukur?. Tidak, suatu saat ketika kami selesai melakukan shalat zhuhur di masjid ar Raudhah di Amani Land, saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Dias. Saat itu ada temannya yang berkata,
“Ustadz, saya kok baru tahu ada lomba itu, sayang banget saya sebenarnya juga ingin ikut”.
Kemudian saya tertegun dengan jawaban Dias yang menunjukkan kerendahan hatinya dan upaya membesarkan temannya. Ia memeragakan perkataan penyebutan nama juara dengan menyebut juara satu hingga harapan 1 dengan nama-nama temannya. Setelah itu, ia menyebut namanya sendiri di juara harapan dua. Ucapan sederhana, namun menunjukkan empatinya sehingga ia mampu merasakan yang mungkin dirasakan teman-temannya. Selain itu ini akhlak luar biasa tentang apa yang bernama kerendahan hati.
Bersyukur, seorang Penghafal al Qur’an Cilik dari sekolah mungil dengan fasilitas terbatas SDTA KurmaQu yang menginduk ke SD Muhammadiyyah 5 Malang berhasil mengalahkan murid sekolah sekolah besar di OLIMPIADE BAHASA INGGRIS di UNIVERSITAS BRAWIJAYA, MALANG
