Mata Azra Yang Berbinar Ketika Belajar Sains dan Teknologi

Azra menjawab pertanyaan huda tentang tulisan di buku
Azra (Kelas 4 SDTA KurmaQu) dengan sabar menjawab pertanyaan Huda (TAUD KurmaQu) tentang buku yang dibaca bersama-sama

Ketika merekam ini, saya dalam hati berkata, “Azra, azra, seakan kamu lupa dulu pernah tidak bisa baca saat teman-temanmu sudah bisa baca, semoga Allah menjadikamu berkembang pesat dimasa depan dan yang penting mampu memberikan manfaat dengan ilmumu kelak”

Azra adalah murid KurmaQu sejak berada di TAUD KurmaQu. Orang tuanya memberikan kepercayaan penuh kepada Sekolah KurmaQu untuk mendidik dia sejak dini dan sekarang duduk di kelas 4 SDTA. Ketika masuk kelas 1 SDTA KurmaQu, orang tuanya sempat merasa khawatir karena belum lancar membaca. Namun saya waktu itu tetap menyampaikan keyakinan saya, bahwa setiap anak memiliki kecepatan berbeda dalam hal kemampuan baca. Kita hanya perlu sabar, terus merangsang dan mengajarinya. Kami bersyukur, kedua orang tuanya mau mengikuti dan tetap bersabar atas perkembangan yang diharapkan.

Teringat sekali ketika saya mengajarinya langsung membaca. Para guru dan karyawan di SDTA KurmaQu pun ikut berperan mengajar dan merangsang Azra membaca dalam berbagai kesempatan. Sebentar tapi sering lebih baik daripada satu waktu namun dengan porsi belajar banyak.

Dan, kamipun dibuat takjub dengan perkembangannya ketika Azra dikelas 3. Ia melahap buku-buku sains, dan dengan tipe cuek serta tidak takut mencoba walau kadang salah, ia pun suka mempraktekkan ilmu sains yang ia baca. Pernah ketika kita sedang percobaan memperbaiki lampu led, dengan santainya ia mengatakan, ustadz apa yang terjadi kalau ini dipegang?. Kemudian saya jawa, “mm, coba aja kalau mau kesertrum..”. Seketika itupun ia tersenyum dan tidak jadi memegang. Iapun mulai mengeluarkan jurus ucapan, “bagaimana kalau diginikan”, “bagaimana kalau digitukan”. Nah selamai tidak membahayakan, sebagai guru kita memfasilitasi agar murid bisa mencoba sendiri dan jangan biarkan ia mengetahui dari lisan kita. Ilmu sains yang didapat dengan mencoba lebih melekat daripada sekedar teori dari lisan kita. Jika anak mulai bertanya mengapa bisa begitu?, maka inilah kesempatan kita menjelaskan. Anda akan melihat tatkala Azra berbicara tentang sains dan teknologi, matanya akan berbinar dan wajahnya menunjukkan kebahagiaan yang besar.

Ayah bunda, anak-anak kita semuanya unik. Bisa jadi ia memiliki bakat dalam suatu bidang yang ia tidak kita perkirakan sebelumnya dan tidak sama dengan ambisi kita. Jika kita berbicara tentang pendidikan anak, berarti kita berbicara tentang mereka dan kebahagiaan mereka, bukan ambisi kita.

Saya teringat begitu banyak para ilmuwan besar dahulu yang dicap sebagai bodoh, slow learner, bahkan dikeluarkan dari sekolah karena dianggap belajarnya tidak sebaik rekan-rekannya. Namun ketika mereka belajar dengan kecepatan dan minat sendiri mereka berkembang pesat melebih rekan-rekannya bahkan yang dicap terpandai dikelasnya.

Lalu darimana kami mengetahui kemungkinan besar bakatnya di bidang sains?. Kami beberapa kali berinteraksi dengannya, dan nampak sekali ketika ia menemukan sesuatu yang tidak bisa dipecahkan ia akan bergairah terus mencari solusi khusus dibidang sains. Ia tidak tertarik dibidang selain sains. Bahkan ketika membahas sesuatu dan menyebutkan tentang sains, ketertarikannya akan lebih besar.

Jadi sahabat kurmaqu, tidakkah anda ingin sebuah sekolah yang bisa memahami anak-anak anda sehingga melejitkan potensinya?, tunggu apa lagi?, segera daftar di sekolah yang sudah terbukti banyak mengembangkan anak-anak menjadi lebih hebat dari ketika pertama masuk di SDTA KurmaQu.

Ditulis oleh Abu Ahmad Ricki al-Malanjiy , Di Rumah Ibu, Joyoraharjo, Malang (pukul 04:55 tanggal 10/11/2023)

Ingin mendaftarkan buah hati kesayangan anda di SDTA KurmaQu?

Ingin mengetahui komentar dan siapa yang sudah merasakan manfaat ketika anaknya sekolah di SDTA KurmaQu?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top